Jumat, 24 April 2026

Antologi 18 : Kisah Ibu dan Caesar (Lahir bersama Tangis, Alineaku Apr26)

 Kisah Ibu dan Caesar

Putri Eka Sari

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah.. Tak henti bibirku mengucap syukur. Diselingi keharuan kala mendengar tangis pertama anakku di ruang operasi.

”Alhamdulillah.. bayinya sehat Bu” Ucap dokter setelah membersihkan bayi dan kemudian menempelkannya ke dadaku.

Ada getar rindu ketika kulit kemerahannya menyentuh kulitku. Dan untuk pertama kalinya Ku dengar degup jantungnya yang pelan menembus gendang telingaku. HIngga air mataku pun mengalir, bahagia. Allahu Akbar, Rabbi habli minasholihin, bisikku ke telinga mungilnya.

Proses melahirkan ini, memproklamirkan diriku yang kini sudah sah bertransformasi menjadi seorang Ibu. Tugas baru dengan amanah yang berat, mendidik ananda dengan segenap cinta dan kasih sayang.

Lewat proses operasi yang berjalan cepat dan lancar selang sekitar 15 menit masuk kamar operasi, anak pertamaku sudah berhasil dikeluarkan dari 7 lapisan dalam perutku. Antara percaya dan tidak, dan sejuta takjub atas kekuasaan Allah.

Dalam doa dan iringan zikir panjang, Aku merasakan pertolongan dan kasih sayang Allah yang Maha besar. Hingga akhirnya tim dokter yang ahli bisa melakukan proses operasi dengan lancar sekitar 1 jam.

Mungkin bagi sebagian orang, termasuk diriku tentu mengharapkan untuk bisa bersalin dengan normal. Apalagi belakangan muncul cibiran netizen bahwa  melahirkan dengan Caesar sering dianggap belum menjadi Ibu seutuhnya, karena tidak mengalami proses mengejan secara alami saat pembukaan hingga proses kelahiran bayi, meskipun para Ibu juga berjuang dengan cinta dan mempertaruhkan nyawa.

Namun untuk alasan medis, beberapa orang salah satunya diriku disarankan oleh dokter untuk bersalin melalui Caesar. Bagiku yang memiliki riwayat penyakit Glaukoma pada mata. Operasi SC adalah ikhtiar untuk memperkecil resiko kerusakan pada syaraf mata.

Sebab proses persalinan normal adalah hal yang sangat dihindari bagi penderita Glaukoma, yang memiliki riwayat tekanan bola mata tinggi sepertiku. Karena disinyalir dapat semakin memperparah bahkan bisa menyebabkan kebutaan pada mata, jika dipaksakan menjalani proses melahirkan normal.

Banyak orang menyepelekan dan berkata bahwa melahirkan dengan jalan operasi Caesar begitu enak dan mudah. Tinggal bedah perut, tak perlu mengejan, minim resiko. Padahal resiko dapat saja terjadi, terutama proses pemulihan pasca operasi SC yang terbilang lebih lama.  

Setelah proses pemulihan pasca operasi selesai dan Aku dipindahkan ke ruang kamar perawatan. Tetiba suhu tubuhku mulai mengalami penurunan drastis, dan menyebabkan badan terasa mengigil kedinginan meski sudah menggunakan selimut berlapis.

Yang dalam ilmu kedokteran salah satunya disebabkan respon tubuh terhadap sisa anestesi (pembiusan) spinal (mati rasa dari pinggang ke bawah kaki), yang pada sebagian orang berefek samping menggangu pengukuran suhu tubuh (gejalanya seperti hipotermia, mirip seperti saat menanjak di atas gunung yang tinggi akibat cuaca dingin yang ekstrim).  

Kabar sedih datang kala Aku mendapat kabar dari suster bahwa anakku di diagnosis mulai mengalami gejala penyakit kuning, pada mata dan tubuhnya. Menurut dokter hal ini biasa terjadi pada kasus bayi prematur, yang lahir pada usia kandungan yang tidak mencapai 9 bulan.

Pada anakku, Ia lahir pada usia 8 bulan. Menyebabkan beberapa organ di tubuhnya belum matang paripurna. Salah satunya hati yang belum sempurna memproses bilirubin, sehingga terdapat kadar birilurbin yang tinggi dalam darah.

Qadarullah, anakku pun diberi perawatan intensif di NICU dan masuk ke dalam inkubator. Untuk diberikan foto terapi (sinar biru yang dapat membantu untuk memecah bilirubin berlebih dalam tubuh).

Selain itu karena organ parunya pun masih belum berkembang sempurna, atau istilahnya seperti masih menguncup (belum berkembang ideal). Maka untuk bernafas memerlukan alat bantu ventilator untuk menjaga saluran nafas terbuka dan membantu paru menjalankan tugasnya.         

Di tengah rasa panik tidak bisa bertemu langsung dengan bayi. Aku hanya bisa berdoa dan memeras ASI, sebagai makanan terbaik yang akan diberikan kepada anakku dari botol. Karena selama perawatan intensif yang steril di NICU, anakku tidak diperkenankan dibawa ke ruang perawatan Ibunya. Meski sesekali Aku diperkenankan menjenguknya, dan hanya diperkenankan melihat dari jendela.

  Saat dilanda rasa galau, gelisah dan sedih karena kepikiran ananda di ruang NICU dalam inkubator. Aku mendengarkan tangisan diantara percakapan di ranjang sebelahku.

”Mas, maafkan Aku karena tidak bisa mempertahankan bayi kita”. Kata perempuan yang terisak, tangisannya begitu terdengar meyayat hatiku. Menembus ke telingaku, karena ranjang kami hanya terpisah dengan tirai horden yang tipis.

”Tidak apa De, mungkin belum rezeki kita”Jawab sang suami yang berusaha menenangkan kesedihan istrinya.

Tak berapa lama, sang suami keluar dari ruangan untuk membeli makanan. Meninggalkan sang istri yang akhirnya sendirian. Dan entah bagaimana Kak Wuri, begitu Ia memperkenalkan diri. Setelah akrab curhat kepadaku sebagai sesama perempuan.

Ia telah menikah selama 7tahun, dan selama ia mengalami 7 kali keguguran. Namun kali ini bayinya meninggal dalam kandungan, di usia kehamilan yang nyaris 7bulan. Hal ini menurut dokter disebabkan karena perbedaan Rhesus darah antara anak dan Ibu.

Sehingga menyebabkan antibodi Ibu menyerang sel darah merah anaknya sendiri, yang dianggap sebagai benda asing dalam tubuhnya. Meskipun sudah diantisipasi oleh dokter dengan vitamin, obat dsb. Namun kerusakan organ pada janin anak tetap terjadi.    

Air mataku mengalir deras, sungguh memiliki keturunan adalah sebuah titipan dari Allah. Layaknya harta, anak merupakan perhiasan dunia yang dapat memberikan orang tua kebahagiaan, kebanggan serta keindahan hidup di dunia (QS Al Kahfi: 46). Namun sebaliknya, anak juga bisa menjadi ujian atau fitnah bagi kedua orang tuanya.

Semoga dibalik rasa bahagia serta syukur sebagai Ibu. Allah mudahkan kita para Ibu untuk mendidik anak-anak untuk mencari ridho dan surga Allah. Aamiin..  *Putri Eka Sari, Februari 2026

Antologi 17 : Menghadapi Glaukoma dengan Lapang Dada (Tanpa Sorak Sorai, Alineaku Apr26)

                                                Menghadapi Glaukoma dengan Lapang Dada

Putri Eka Sari


Antologi 16 : Allah di meja operasi (Dengan Nama-Mu, Alineaku Apr26)

  Allah di meja Operasi

Putri Eka Sari

“Bu.. ini tekanan matanya tinggi lagi, dan mulai terjadi kerusakan syaraf penglihatan, maka sebaiknya dilaksanakan operasi Kembali agar tekanan bola mata bisa turun dan normal” Kata Dr. Srinagar, ketika selesai memeriksa tekanan bola mataku dengan alat Tonometer (alat untuk mengecek tekanan  intraocular/TIO, pada bola mata).

Kemudian Dokter menunjukkan padaku hasil humprey (laporan medis tentang lapang pandang) yang di dapatkan dari kunjunganku ke dokter sebelumnya. Ditunjukkannya beberapa titik hitam yang ada di kertas tersebut, dan menjelaskan bahwa terdapat kerusakan syaraf di gambar yang terlihat seperti bentuk bola mata. 

“Ibu bisa mulai cek laboratorium, kita mulai operasi hari kamis, 3 hari lagi, ya..” Lanjut Dr. Srinagar sambil memandang ke arahku.

Aku hanya bisa mengangguk lesu, dan bergidik sendiri. Duh.. operasi lagi, batinku. Terbayang hal yang tidak-tidak saat mendengar kata 'Operasi' dilontarkan. Persis seperti adegan operasi di film-film.

Gambaran kamar operasi seketika tergambar di kepala. Sebuah ruangan putih dengan meja perkakas dokter, lampu operasi yang menyorot silau ke mata. Monitor untuk detak jantung juga nafas pasien.

Bulu kuduk meremang membayangkan jarum suntik dengan cairan anestesi (obat bius), yang kadang menyebabkan trauma bagi beberapa orang. Belum lagi selang infus yang menggelantung di tangan menyebabkan tubuh sukar bergerak bebas. Aih.. Aku makin bergidik.

***

Hari itu tiba, dimana diriku hanya bisa tergeletak di bed dalam kamar operasi, dengan harap cemas, sambil memandang keatas langit ruangan. Ditemani bau cairan antiseptik yang menusuk hidung bagi yang tidak biasa. Aroma yang makin menyiutkan nyaliku.

Sungguh sebenarnya bukan hanya kali ini Aku masuk kamar operasi. Beberapa kali Aku sudah melewatinya, diantaranya operasi caesar, dan gigi yang tumbuh miring. Namun entah mengapa operasi mata kali ini terasa berbeda.

Di dalam ruangan operasi jantung rasanya berdetak tak karuan, begitu kencang. Iramanya makin terdengar jelas dari monitor jantung, yang kabelnya terhubung ke dada. Begitu kontras dengan selang-selang dan kabel yang saling berjuntaian di sisi tempat tidur, serta masker oksigen yang menutupi mulut.  

Terdengar berbagai percakapan dokter dan perawat di sebelahku, yang terkesan riang dan simple. Mungkin berusaha mencairkan suasana hatiku yang gundah. Sesekali Ku betulkan selimut untuk menutup tubuh yang kedinginan oleh AC ruang operasi.

“Bu, Saya akan melakukan bius lokal ya.. nanti jika saat berlangsungnya operasi dan terasa saat sakit, bisa gerakkan tangan agar bisa saya teteskan biusnya lagi” Dokter berkata sambil memberiku beberapa tetes obat pada mata.

Bius lokal ini membuat Aku tetap terjaga, dan bisa merekam dan melihat jelas berbagai kegiatan yang dilakukan oleh dokter serta perawat yang berada di dalam ruang operasi.

Selama proses operasi berlangsung, Aku tak henti berdoa dengan khusyuk. Zikir pun teruntai berulang-ulang. Agar Allah melancarkan dan memudahkan dokter melakukan proses operasi. 

Di momen ini, Aku seolah tersentil, dan menjadi semakin merasakan kehadiran Allah yang begitu dekat. Aku merasa begitu kecil, penuh dosa, namun tetap berupaya meminta kepada Allah. Agar dengan Rahmat, dan kebaikanNya, memberiku peluang kesembuhan.

Gambar: Perbedaan mata dengan Glaukoma dan mata Normal

Lewat muhasabah dalam hati, Aku merasa semakin mendekat dan berserah pada Sang pencipta. Menyadarkanku bahwa nyawa dalam tubuh ini ada dalam genggamanNya setiap detik waktu berdetak. Seolah Aku tidak bisa lari dan menghindar dariNya.

Sambil berharap cemas, Ku kencangkan lagi ayat Ilahi, berharap dan berpikir positive, agar dokter tidak salah sayat jaringan yang ada di mata dan tubuh ini. Atau keliru memakai pisau bedah, karena dapat berakibat fatal.

Berharap tak ada hal yang terlewatkan dari berbagai standar kerja operasi yang dilakukan. Karena tak terbayangkan jika saat operasi, Allah  tidak melancarkan. Bisa saja dokter grogi, atau galau di meja operasi. 

Mungkin teringat anak di rumah, ada masalah lain dengan pasangan, orang tua ataupun teman. Dan emosi di luar itu masih terbawa ke meja operasi. Dokter pun  juga manusia seperti lainnya, ia juga memiliki masalah, dan bisa khilaf.

Jadi Aku terus berzikir tanpa putus dalam diam. Bermunajat hanya pada Allah, sambil meyakinkan diri bahwa dokter adalah tenaga ahli di bidangnya.

Sehingga tidak akan salah sayat, salah potong ataupun salah prosedur selama menjalani operasi. Hal yang ramai dikenal dengan istilah Mal Praktik, sebuah kelalaian dalam standar profesional yang menyebabkan seorang pasien menderita kerugian.  

Sesekali jika terasa sakit atau nyeri saat operasi, Ku tahan dan beri kode dengan menggerakkan kaki atau tangan pada dokter. Seketika dokter pun akan menetes kan obat penghilang rasa sakit lagi ke dalam mata.

Dari momen operasi ini, Aku belajar tentang pentingnya berserah kepada Allah. Mengantungkan segala harapan hanya kepadaNya.

Lewat sakit, Allah menyentilku, untuk lebih mendekatkan diri kembali kepadaNya. Serta bermuhasabah, introspeksi diri atas segala hal yang pernah ku lakukan. Sebagai hamba yang sering lupa dan lalai akan perintahNya.

Pengalaman di meja operasi menjadi pengingat diri, meruntuhkan egoku. Bahwa Aku seseungguhnya bukan siapa-siapa, tak ada yang bisa disombongkan di dunia atas apa yang ku punya.

Aku begitu kerdil dan mengharap kebaikan dari Allah Sang maha. Semoga masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, sehingga menjadi lebih baik di masa depan.

-Putri Eka Sari, Feb26-

Sabtu, 21 Maret 2026

Petualangan Ngebolang di Korea 7D5N

 Petualangan Ngebolang di Korea 7D5N

Hai teman-teman..  Apa yang terlintas dalam benak kala mendengar nama Korea Selatan disebut?

Bagi sebagian orang, yang terlintas adalah pesona Korea Selatan. Gaungnya begitu massive dan sedang booming di Media Sosial. Lagu-lagunya yang sedang hype, hits dan mendunia sehingga kerap terdengar akrab di telinga. 

K-Pop yang merajalela saat ini kerap dipakai di banyak event diantaranya piala Dunia, olimpiade dsb. Dari mulai BTS, Blackpink, NTC dan aktor-aktris yang rupawan yang sering memenuhi beranda medsos, TV, netflix seperti dalam film Drakor (K-Drama).

Hal ini yang membuat banyak orang ingin berbondong-bondong berkunjung ke Korea Selatan, dan saya termasuk salah satunya. Melihat dan berpetualang di Negeri  Ginseng ini tentu menjadi bucket list tempat yang ingin saya datangi.

Dokumentasi pribadi : Pesona Korea Selatan, perpaduan Budaya dan kehidupan modern yang Dinamis

Belum lagi kuliner lezat legendaris yang memanjakan lidah serta fasilitas umum yang dibangun dan dikemas (design) dengan futuristik. Terintegrasi dengan akomodasi/ transportasi yang memadai, dengan harga terjangkau sehingga memudahkan para pelancong untuk bisa berkeliling kota di KORSEL yang modern dan dinamis seperti Seoul (pusat pemerintahan Korea Selatan). Maka pantaslah jika Korea Selatan menjadi magnet wisata Dunia karena perpaduan unik dan ciamik antara modernitas dan warisan budayanya.

Berikut saya rangkum 5 tujuan, tempat-tempat wisata Hits utama, saat pergi ke Korea Selatan. Dirangkum untuk memudahkan perjalanan denga rute yang searah:

1. Wisata Budaya : Gyeongbokgung Palace, Changdeokgung Palace

Pengaruh Hallyu (Korean Wave) yang sangat kuat, tentu menarik turis yang ingin merasakan pengalaman langsung budaya Korea Selatan yang mendunia. Tak heran jika di sini kita juga akan melihat banyak turis bule (Eropa) yang mengujungi tempat-tempat bersejarah, dengan tradisi yang kaya namun masih terjaga oleh pemerintah Korsel. 

Banyak orang yang begitu gembira, meresapi sensasi berjalan-jalan di area halaman Istana Gyeongbokgung menggunakan Hanbook, baju tradisional Korea Selatan. Begitupula dengan Saya, dengan menyewa Hanbook di Hanbook Town di luar Istana seharga 33.000 - 55.000 KRW (sekitar Rp. 350.000 - 600.000). Kita bisa mendapatkan baju dan aksesorisnya selama 1,5jam, dan berlaku free (gratis) masuk ke dalam area Istana. 

Sobat wajib mencoba Hanbook saat berkunjung ke Korsel. Sensasinya memang terasa berbeda, seolah kita seperti masuk ke dunia Film ala Drama Kerajaan Korea. Ditambah lagi menikmati serunya berkeliling desa wisata di dekatnya yaitu Bukchon hanok village (Desa yang masih mempertahankan rumah/bangunan tradisional). Begitu khas berfoto ria dengan latar alam yang indah menentramkan hati dengan landscape memukau, tertata rapi. Jangan lupa merasakan nongkrong, ngopi cantik di Cafe nya, pengalaman yang sungguh mengesankan.

Foto pribadi memakai Hanook, pakaian tradisioanal Korea Selatan

Lokasi istana ini juga berdekatan dengan beberapa area wisata lain yang bisa dijangkau dengan sekali jalan (seharian). Dari mulai di seberang jalan istana terdapat Gwanghwamun square (Landmark utama kota Seoul, dengan patung Raja Korea Selatan yang terkenal, yaitu Raja Sejong).

Jika bosan, kita pun dapat melipir ke area shopping yaitu Gwangjang Market (terkenal dengan jajanan kaki lima tradisional), Namdaemun market(pasar grosir dan eceran tradisional besar). Serta dekat pula dengan Insandong Street (Jalan budaya yang terkenal di Korea Selatan).

2. Area Pusat perbelanjaan : Coex Mall (Starfield Library), Lotte World, Dongdaemun Design Plaza (DDP)

Artis korea (K-Pop) kerap tampil atau manggung di area ini. Area Gangnam (bahkan dibuat lagu populer Gangnam style). Juga area Hongdae (Cafe aesthetic dan seni jalanan) sering menjadi incaran para turis untuk menyaksikan mereka live lebih dekat, kala manggung maupun syuting K-Drama (jika beruntung).

Kolase foto pribadi Lotte World dan BTS dari Google.com

Branding wajah cantik dan rupawan para artis Korsel inilah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hal yang dikaitkan dengan produk skincare (K-Beauty) buatan negara ini yang kabarnya terkenal bagus, inovatif dan berteknologi tinggi. Sehingga sering diidentikkan sebagian orang bahwa menggunakan produk skincare korea bisa membuat seseorang terlihat cantik, putih natural seperti artis Korea pada umumnya.

Fenomena menjadi cantik memang menjadi dambaan banyak orang. Maka tak jarang banyak orang ingin mencoba langsung membeli (berbelanja) produk kecantikan Korea Selatan ataupun melakukan operasi plastik memperbaiki wajah atau anggota tubuh lain di tempat ini, yang kabarnya hasilnya bagus dan aman karena didukung oleh tim dokter bedah plastik kompeten. Nah kalau ini saya hanya cukup puas melihat-lihat saja ya.. hahaha

Lokasi DDP (Dongdaemun Design Plaza) ini berdekatan dengan kompleks wisata lain, cukup praktis dengan beberapa tempat oleh-oleh murah di Korea Selatan (Harga relatif). Diantaranya Dongdaemun Market (pusat belanja fashion & kuliner 24 jam). 

Dan Myeongdong market (belanja & kuliner, di sini juga tersedia makanan halal). Kala malam hari terdapat ala-ala pasar kaget seperti di Indonesia yang menjajakan beragam jajanan, wah.. Pokoknya surganya kuliner. Di area Stasiun Myeongdong juga terdapat supermarket belanja murah yang terkenal, yaitu Daiso 12 lantai (terkenal karena beragam produk dijual dengan diskon harga murahnya). Nah.. Hati-hati jika berbelanja disini, jangan kalap ya.. 

Searah dengannya terdapat Cheonggyecheon Stream (sungai buatan yang di design apik). Cocok untuk bercengkrama jalan santai kala pagi, sore ataupun malam hari. Saya pun sempat berandai-andai, membayangkan Indonesia pun kelak bisa meniru konsepnya. Misalnya di Jakarta, kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) jika ditata aesthetic, dengan fasilitas memadai. Jauh dari kesan kumuh, kriminal dan dijaga oleh masyarakat sekitar, sehingga bisa juga dimanfaatkan untuk wisata kelas Dunia ya..  

 

3. Itaewon

Lokasi ini terkenal sebagai "Kampung Global" Seoul karena dihuni oleh banyak orang asing dari berbagai negara. Tempat ini populer salah satunya karena film Drakor Itaewon Class. Dan merupakan pusat Kuliner lezat dan halal yang banyak tersedia disini. Dari mulai restoran Timur tengah, India, melayu bahkan hidangan Indonesia (salah satunya Bakso Rindu Kampung).

Terdapat juga salah satu masjid terkenal di Seoul yaitu Seoul Centre Mosque, yang posisinya ada di dekat restoran dan minimarket halal di area ini.

Foto Pribadi : Masjid Seoul Center dan Lam Shish Kebab (Halal Food)

Umat muslim tentu akan senang mengunjungi area ini, karena tidak perlu was-was dalam memilih makanan. Tersedia beragam makanan halal yang bisa dikonsumsi.

 

4. Namsan Tower (Seoul Tower).

Merupakan salah satu ikon wisata hits di Korea. N Seoul Tower adalah menara gelombang radio setinggi 236 meter yang berdiri kokoh di atas Gunung Namsan Seoul Korea selatan (Wikipedia). Menikmati indahnya pemandangan dan udara yang sejuk di sini terasa seperti di area Bandung atau Puncak-Bogor jika di Indonesia.

Foto pribadi saat di Namsan Seoul Tower 

Area Namsan Seoul Tower yang paling terkenal dan ikonik yaitu area gembok cinta di pelataran T1 dekat cafe-cafe. Di sinilah tempat banyak pasangan memasang gembok bertuliskan inisial nama mereka sebagai simbol dan harapan agar cinta mereka terkunci rapat oleh gembok, sehingga tetap abadi. 

Spot ritual cinta ini sangat populer di kalangan wisatawan internasional. Apalagi karena spot ini sering muncul di drama/ film Korea, diantaranya Boys Over Flowers, My Love from the Star, The Legend of the Blue Sea, Itaewon Class, Hotel Del Luna, True Beauty, Secret Garden, dan A Korean Odyssey.  Nah.. Anda tertarik dan ingin coba juga?? 

 

5. Nami island

Pulau ini memang terletak cukup jauh dari pusat kota Seoul, yaitu sekitar 60-65 km, dengan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam menggunakan transportasi umum seperti kereta ITX dan shuttle bus, atau bisa lebih cepat/lama tergantung lalu lintas. 

Destinasi populer ini sering menjadi itinerary wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan. Jika ingin menyusuri pulau Nami, sediakan waktu 1hari agar bisa pulang pergi dengan tenang. 

Dengan mengambil rute perjalanan sehari dari Seoul. Rute paling umum adalah melalui Stasiun Gapyeong.

Lokasi ini begitu menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan dan merupakan salah satu destinasi favorite banyak orang yang melancong di Korea Selatan. Popularitasnya yang meroket berkat drama Korea, Film Winter Sonata (2002), yang mengeskpos keindahan alamnya yang terkesan romantis. Di sini kita akan melihat pengaruh film yang mempromosikan Nami Island sedemikian rupa, meskipun kini sudah berpuluh tahun lalu. Namun tetap memberikan dampak terutama dalam hal ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Foto pribadi di Nami Island

Tempat ini begitu menakjubkan di tiap musim. Terutama di setiap musim semi (sakura yang bermekaran), musim gugur (dedaunan emas yang cantik), serta di musim dingin (putihnya salju dengan background pepohonan yang meranggas). Bagi Saya yang baru pertama kali berkunjung dan melihat salju asli, tempat ini sungguh cantik dan menakjubkan dengan hamparan salju di musim dingin.

Dari perjalanan ini Saya merenung dan belajar tentang kuasa Allah dan semua cerita ini atas izinnya. Seperti yang dijelaskan dalam QS. Al Mulk.ayat 15:  Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

Note : Pengalaman berkunjung ke Korea Selatan adalah petualangan yang mengesankan. Meski mungkin bagi sebagian orang kurang pas dilakukan di saat Indonesia sedang berduka karena bencana alam. Namun tiket pesawat dan hotel yang sudah di booking dari jauh hari sayang untuk dibatalkan.

Putri EkaSari Akhir Des25-awal Jan26 

Sabtu, 21 Februari 2026

Antologi 15 : Bangkit dari Keterpurukan (Titik Tak Terduga, Alineaku Feb26)

Bangkit dari Keterpurukan

Oleh Putri Eka Sari


Bunyi suara kendaraan berlalu lalang di hadapan dan samping kananku, terasa berisik sekali. Tapi nyatanya hal itu tak mengusik diri ini. Pikiranku terlalu sibuk sendiri, hingga tak memerdulikan lingkungan sekitar.

Aku terus berjalan kaki dalam diam, diliputi perasaan kesal dan amarah. Sesekali melampiaskan rasa kesal pada batu yang menghalangi jalanku.

Seonggok batu kerikil yang tak bersalah, terinjak di muka sepatu. Mendapat tendangan berkali-kali, dengan penuh tenaga. Seolah ia adalah pelampiasan empuk dari emosi yang ku tahan dalam jiwa, tanpa bisa dicurahkan, hanya bisa terendap lewat diam dan kegalauan. 

Matahari yang mulai terik menambah rasa panas yang makin membakar jiwa ketika bayanganmu berkelebat lagi dalam ingatan. Air mata tak terasa ikut menetes, menggambarkan sakitnya hatiku saat ini.

Gambaran wajah Mas Ari beberapa bulan lalu menggandeng mesra dirinya di pelaminan yang begitu megah masih terbayang di pelupuk mataku. Begitu menyesakkan, karena yang kuharapkan, tentu aku yang bersamamu di sana. Bukan dirimu yang memadu kasih dengan perempuan lain penggantiku.

Pilihan LDR (Long Distance Relationship) untuk melanjutkan kuliah di beda kota, memang tidak cocok sepertinya untuk mempertahankan hubungan kita yang mungkin bagimu baru terasa seumur jagung, baru 2 tahun lebih. Jarak dan waktu memisahkan kita yang semula seia sekata semenjak SMA, menjadi berubah dan hatimu berpindah haluan dengan cepat.

Ah.. Memikirkannya semakin membuat hatiku terasa semakin teriris. Perasaanku campur aduk setelah keluar dari gedung pernikahan waktu itu. Rasanya saat itu aku ingin berteriak marah dan memaki perempuan yang bersanding di pelaminan dan menikah denganmu. Bahkan jika tak tahu malu, ingin ku acak mahkota di atas kepala perempuan itu.

Karena setelah kenal dengan perempuan itu, kamu langsung memutuskan hubungan denganku. Keputusan yang terlalu sepihak, dan 3 bulan kemudian menikah dengannya. Dia merebutmu dan membuat hatiku terasa pilu bagai teriris sembilu. Sehingga kau berlalu tanpa menghiraukan perasaanku.

Aku tak menyangka, entah apa yang membuatmu seperti begitu terkesima olehnya. Rasa marah yang kutahan dalam diam inginnya kulampiaskan di atas panggung pelaminan waktu itu. Dengan menjambak rambut dia yang merebutmu dariku. Tapi hal yang demikian tak kulakukan, karena ku anggap itu layaknya seperti anak kecil yang berebut permen saja. Beruntungnya aku dapat mengendalikan diri.

Aku terus berjalan dalam langkah kaki yang perlahan. Rasanya kelebatan bayanganmu membuatku semakin malas membawa diri ini ke kampus. Inginnya ku benamkan wajah, menangis himgga lelap di atas bantal di dalam kamar seharian. Tentu terasa lebih nyaman dibandingkan dengan berjalan dalam terik matahari dan debu jalanan seperti ini.

Ditambah uang jajan yang terbatas, membuatku harus rela berlelah-lelah berjalan jauh menuju kampus. Menembus jalanan bising ini demi menghemat ongkos angkot.

Tapi jika berdiam diri di rumah tak kuliah, tentu Bapak akan memarahiku karena menyia-nyiakan waktu dan uang kuliah yang cukup banyak, yang sudah dikeluarkan Bapak. Hingga terpaksa banting tulang kerja hingga lembur.

Gemuruh di hati membuat tangisan perlahan turun, seolah tak bisa kubendung lagi. Ah.. mengapa nasibku begini, patah hati ditinggal pergi kekasih. Uang terbatas di kantong, bahkan terkadang harus menunda lapar dan hanya makan seadanya.

Boro-boro untuk jajan minuman segar dingin yang tersaji di kulkas kantin yang menggugah ingin mengambilnya satu, tapi mana mungkin jika uang tak ada. Atau diri harus puas memalingkan muka dari cemilan atau makan enak yang berjejer di etalase kantin kampus. Yang seolah memanggil-manggil untuk dibeli, namun hanya bisa kupandangi.  

Aku harus bersyukur untuk menu nasi dan telor ceplok di pojokan musola, yang terasa sudah cukup mewah untuk mahasiswa pas-pasan sepertiku. Yang jadwal kuliahnya begitu padat dari pagi hingga sore, karena diselingi dengan praktikum. Dan baru sampai rumah malam hari, dan disambut dengan tempe goreng yang sudah dingin. Menjadi andalan pengganjal perut.

Tentu aku harus bersyukur dan berpuas diri akan segala yang dimiliki saat ini. Hingga tak terasa 1 jam menangis di perjalanan dari rumah hingga ke kampus cukup membuat hati menjadi lega.

Setelahnya kepalaku yang lama terbenam, Aku angkat ia perlahan. Ku tegakkan tubuhku. Ah.. biarlah mungkin 2 tahun yang sia-sia itu. Berarti kamu memang bukan jodohku mas. Ku tekadkan hati seiring dengan bis kuning yang datang di hadapan.  

Warnanya yang mencolok menembus dan menghujam ke hatiku. Aku harus menghentikan perasaan ini, dan beranjak pergi mengejar hal lain yang lebih baik. Aku akan buktikan bahwa aku bisa jadi orang yang berkecukupan, hingga tak diremehkan orang lain.

Aku juga akan melupakan dirimu mas, meski ternyata prosesnya mungkin tidak semudah bayanganku. Karena sesekali masih menangisi kenangan, jika sekelebat teringat. Terutama setiap tak sengaja mendengar lagu yang biasa dinyanyikan bersama dahulu.

Atau bayangan wajahmu singgah kala menatap benda-benda pemberianmu, rasanya menerbitkan sedih itu lagi. Kecewa dan patah hati karena ditinggalkan orang yang dikasihi ternyata menimbulkan jejak, goresan yang cukup dalam. Bahkan sempat membuat nilai kuliahku semester ini anjlok.

Ah.. mungkin itulah mengapa dalam islam tidak dianjurkan untuk pacaran sebelum menikah. Karena sepertinya membuang waktu dan menyita fokus diri. Apalagi jika sudah patah hati, perasaan hancur yang ditimbulkan bisa membuat seseorang bahkan menjadi gila dan ingin mengakhiri hidup, bunuh diri. Hiiii.. Aku bergidik ngeri.

Aku harus sadar sepenuhnya, tak ingin membuang waktu dan masa depanku hanya untuk perasaan itu. Aku masih memiliki orang tua yang menyimpan harapan, agar Aku memiliki hidup yang lebih baik dari mereka.

Kenangan ini menyadarkanku bahwa dari perjalanan patah hati ini, Allah ternyata menjauhkanku dari orang yang tidak tepat, menuju hal yang lebih baik. Putrie, Januari2026

Sabtu, 14 Februari 2026

Buku Antologi 14 : Ditempa oleh Bos Killer, (Hikmah Dibalik Kisah, Wonderful Feb26)

 Ditempa oleh Bos Killer

Oleh: Putri Eka Sari

“Melalui tekanan, tempaan dan proses yang keras, barulah batu hitam bisa menjadi berlian yang indah. Begitupula manusia ketika Ia bisa melewati proses ditempa oleh berbagai macam kesulitan hidup, maka ia akan lebih bersinar (naik derajatnya) .”

 

"Go**** Idiot.." Kata itu kembali dilayangkan kepadaku.. 

Masuk ke dalam telinga lalu menembus ke hati, di panas terik ini. Rasanya membakar jiwa, karena seharian ini sudah beberapa kali aku di semprot oleh Bos ku.

Aku hanya tertunduk kelu dalam diam, tak bisa membalas bosku yang sedang marah. Praktis Aku yang hanya bawahan, tak bisa membantah.

Diam adalah cara terbaik agar amarahnya tak semakin menyala. Jika menyahut sedikit tanpa dipinta, tentu api amarah akan semakin membara. Layaknya menambah kayu bakar ke dalam api.

"Itu ga benar Res, mana bisa diproses seperti itu tagihannya" Ujar Bosku

"Masa gitu aja ga bisa Res.. Sana perbaiki!" Katanya lagi sambil menggebrak meja. Begitu kerasnya hingga dinding di sebelahku terasa ikut bergetar.

"Iya Pak, maaf" Kataku lirih sambil menunduk. Tak beringsut, beranjak melirik ke arah Bosku.

Saat Pak Bayu beranjak pergi. Akhirnya jantungku baru terasa berdetak lagi. Tabiatnya yang galak dan pemarah membuat semua orang takut padanya. Tak jarang sekali dua kali aku dibentaknya dalam sehari. Sepertinya hampir semua kerjaku tidak benar, salah di matanya.

Kala ku curhat dengan teman sebaya di kantor, berkeluh mengapa perlakuan Pak Bayu seperti itu, Bukankah seharusnya Namanya seperti Bayu, Air yang adem, dingin menenangkan.

Aku berharap, atasan yang menaungi bawahannya dengan baik. Bukan malah menyemprotku dengan kata kasar, yang kadang membuat hatiku mendidih, kesal.

Temanku, Aisyah hanya bergumam.. "Ingat Res.. Pasal 1.. Bos selalu benar.. "

"Bisa apa kita.. anak bawang yang baru mulai bekerja.." Ujarnya lagi, menasehati.

"Tapi kan ga diomelin juga tiap hari Syah.. capek hati kerja begini.." Balasku sambil cemberut..

"Mending aku resign aja Syah sepertinya.." Tukasku lagi.

"Duh jangan dong Res.. nanti dibilang generasi Stroberi lagi ama Pak Bayu.." Balasnya Sambil memegang lenganku..

"Kita harus bertahan.. gaji di sini lumayan, meskipun bebannya berat.. daripada nganggur" Ujarnya lagi sambil membujukku. Ia pun kadang menjadi sasaran empuk amarah Pak Bayu.

Apalagi Sifat bosku yang perfeksionis, selalu meminta tiap pekerjaan sesuai dengan keinginannya, tak boleh bercela. Bahkan untuk titik dan koma harus sesuai letaknya di proposal yang ia minta.

Aku hanya menghembuskan nafas beristighfar, sambil melirik ke ruangan Bosku. Pak Bayu sedang menelpon klien, berdiri dengan tubuh yang tinggi tegap. Kumisnya yang tebal seperti Pak Raden dalam serial Unyil, makin membuat sangar wajahnya.

Kumis tersebut akan bergerak turun naik diiringi amarah yang kadang tetiba muncul. Begitu reaktifnya seperti bom waktu yang bisa kapan saja meledak, tak ingat waktu dan tempat.

Ingatanku melayang di suatu malam, saat libur pun hpku harus selalu stand by di telponnya. Karena Beliau ingin meminta reschedule tiket penerbangan.

Kala itu jalanan Surabaya yang macet, sehingga praktis Ia ketinggalan check in masuk ke pesawat. Dan tentu saja aku harus siap dengan tugas tanpa kenal waktu.

Gercep cek dan beli tiket pesawat, booking hotel serta akomodasi haruslah sesuai keinginannya. Ia tak peduli jika uang nya harus ku talangi dengan uang pribadiku dahulu.

Ya.. begitulah konsekuensi bekerja. Dan Aku hanya bisa mengelus dada setiap harinya. Di mana Bos selalu benar, dan tentu bawahan yang selalu di salahkan.

Namun beberapa tahun kemudian, Aku baru merasakan dampak bekerja dibawah asahan Bosku ini. Kerjaku semakin cepat, dan lebih mudah memahami arahan atasan. Menjadikanku terbiasa sat-set, gercep, membuat instingku lebih peka, serta makin terarah pula memahami keinginan klien.

Ritme kerja keras ini seolah Allah sengaja ajarkan kepadaku. Hal yang akhirnya membuat perlahan jabatanku dipromosikan naik. Dan diberikan berbagai reward, hadiah dari perusahaan.

Kini Aku merasa, sepertinya harus berterimakasih kepada Bosku yang kini sudah meninggal. Karena berkat didikannya, Aku bisa lebih kuat mental menghadapi klien yang terkadang banyak inginnya seperti Raja.

Sebuah surat dalam Quran begitu pas menggambarkan keadaan ini, QS. Al-Baqarah (2:216): "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tahu yang terbaik untuk kita, meski kita tidak menyadarinya). PutriEkaSari, Jan26

 Profil Penulis:

Nama               : Putri Eka Sari S.T

Profesi             : Penulis

Domisili            : Jakarta

Alamat Pos-el   : putri.ekasari@gmail.com

Media Sosial    : putri ekasari (Fanpage Facebook), @putrie_bundapaipia (Instagram)

Selasa, 03 Februari 2026

Buku Antologi 12 : Ramadhan dan Kue Lebaran (Renungan dan Nostalgia Ramadhan, Alineaku-Jan26)

Ramadhan dan Kue Lebaran

    Kak.. tolong matiin kompornya..” Kata Mama dari arah kamar selepas salam, setelah salat Ashar. “Siap Ma..” Kataku sambil berjalan menghampiri oven kami yang nangkring di atas kompor minyak tanah. Pada zaman dahulu, oven listrik memang belum lazim dimiliki. Kompor gas atau listrik pun masih terbilang elite, jarang ada yang punya. Hmmmm… Harum wangi kue yang terpanggang di dapur Mama begitu semerbak, menggelitik hidung. Wangi mentega wijsman yang kaya rasa mengudara di seluruh seantero rumah.

    Pandanganku tertuju pada bulatan nastar keemasan yang menggoda jiwa, begitu bulat montok dan menul-menul bermahkota cengkeh di atasnya. Glek, spontan ku melirik keadaan sekitar. Rasanya ingin diam-diam ku comot salah satu bulatan nastar di deretan paling depan, tentu rasanya begitu enak, batinku. 

    Baunya saja membuat hidungku kembang kempis. Usus dalam perut pun seolah meronta-ronta, terbangunkan oleh rasa lapar. Setelah setengah hari berpuasa, dan melawan godaan untuk tidak mencicipi adonan kue nastar legendaris buatan Mama. Kue nastar yang menurut aku dan adik-adik juara di hati kami. Begitu lembut, lumer di mulut. Dengan isian selai nanas yang dibuat sendiri. Terutama jika dibandingkan dengan kue buatan toko-toko yang terasa sepo (hambar). Nastar buatan Mama tentu lebih menggugah selera. 

    Pegangan Istimewa yang hanya ada saat menyambut lebaran saja. Sehingga praktis kami hanya bisa mencicipinya setahun sekali. Maka sensasi ketika menggigit kue lebaran tentu akan terasa sangat menyenangkan. Apalagi saat kecil, kami masih memiliki keterbatasan (ekonomi yang pas-pasan). 

    Maka untuk dapat membuat cemilan lebaran baru bisa dilakukan setelah THR (Tunjangan Hari Raya) keluar. Maklumlah untuk membuat kue lebaran yang enak dengan citra rasa premium, dibutuhkan dana yang cukup lumayan. Sehingga makan kue lebaran terasa begitu Istimewa dan dinanti.

    Apalagi kue lebaran belum banyak diproduksi masal (hanya ada saat momen Idul Fitri atau natal saja). Hal yang menyebabkan tiap tahun terasa rindu berat sama kue yang satu ini. Dan mencicipi kue legendaris ini baru bisa dilakukan setelah azan magrib tiba. Bagiku, azan menjadi momen yang paling ditunggu bukan hanya untuk berbuka puasa. Namun juga waktu untuk bisa mencicipi kue yang baru dipanggang tadi siang. 

    Setelah menahan lapar dan keinginan untuk makan kue yang tadi Mama panggang. Rasanya berdebar Ketika suapan pertama masuk ke dalam mulut. Melahap nastar yang nanasnya begitu lumer, pecah dalam rongga mulut, adalah suatu kesenangan tersendiri. Kegiatan membuat penganan lebaran memang merupakan ciri khas dari masing-masing rumah. Hal ini biasa dilakukan di 10 hari terakhir lebaran, sebelum liburan dan mudik lebaran tiba. 

    Selalu ada warna kebahagiaan dan kehangatan tersendiri saat masing-masing keluarga menyiapkan cemilan penganan untuk hari Raya Idul Fitri secara bersama-sama. Dan menjadi kenangan indah, manis, yang hingga dewasa sulit untuk dilupakan. Meskipun tak jarang dapur menjadi kotor karena tepung terigu, gula yang berhamburan di mana-mana. atau mentega belepotan yang menyebabkan dapur menjadi lengket.

    Selalu ada cerita seru dan menyenangkan disetiap membuat kue lebaran. “De.. itu selai nanasnya masa gede banget segede bakso, nanti nastarnya sebesar apa?” Tegurku sambil cekikikan kepada Adik yang membuat isian nastar kebesaran. “Biarin we.. ini kan buat nastar special, buatanku untuk Nenek yang nanasnya paling gede..” Jawab Ari sambil menjulurkan lidahnya meledek. 

“Makin besar nastarnya, siapa tau makin gede juga angpaunya Kak..” Lanjut Ari lagi. Adikku ini selalu suka memulung-mulung adonan selai nanas sebagai isian kue nastar. Ia yang paling sibuk menggelundungkan selai nanas kesana kemari. Dari pinggir oven Mama hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. 

“De.. jangan dimainin dong adonan selainya, nanti kan dimakan sama orang yang lebih tua..” Kata Mama mulai menasihati. 

“Kita buat makanan yang baik ya De.. Terutama sebagai bentuk menghargai makanan, apalagi jika tujuanmu untuk dimakan oleh Nenek, orang tua yang harus dihormati” Ujar Mama lagi. “Tuh kan De.. dibilangin Kakak juga..” Ujarku menimpali kejahilan Adik yang selalu menganggap membuat kue bagai bermain plastisin, play dough.

Adik memang anak lelaki kecil yang sebenarnya kreatif dan senang bereksperimen, ia tak pernah melewatkan kegiatan membantu Mama membuat kue lebaran. Sepertiku dahulu saat kecil, masa bebas membentuk adonan kue menjadi berbagai macam rupa Adalah sesuatu yang menyenangkan. Kenangan masa anak-anak yang belum rusak dengan aktivitas Bersama gadget. 

    Kami akan bebas mencetak berbagai rupa kue, dari mulai bentuk ulat, kupu-kupu, bunga, matahari, dan Mama pun memperbolehkan membuat kue Pelangi, dengan menambahkan pewarna makanan pada kue. Rasanya sungguh menyenangkan sekali. Setiap keluarga tentu memiliki hidangan serta cemilan favorit untuk lebaran yang berbeda, tergantung oleh selera masing-masing. Keluargaku seperti keluarga pada umumnya, yang menyiapkan penganan berupa kue lebaran kering, misalnya nastar, kastengel (kue keju), kue semprit, lidah kucing, kue putri salju. 

Nastar dan Kue Lebaran

    Kue yang biasa dibuat dan ada hampir setiap rumah di Jakarta. Sedangkan penganan lain sebagai pendamping misalnya kacang bawang. Maupun hidangan khas seperti wajik nanas, tape uli, biji Ketapang, akar kelapa, keripik bawang ataupun cheese stick menjadi pendamping popular. Sepiring penganan kue lebaran bareng keluarga semakin menghidupkan suasana silaturahmi yang tak terlupakan.

Putri Eka Sari, Jakarta 30 November 2025

"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."