Sabtu, 14 Februari 2026

Buku Antologi 13 : Ditempa oleh Bos Killer, (Hikmah Dibalik Kisah, Wonderful Feb26)

 Ditempa oleh Bos Killer

Oleh: Putri Eka Sari

“Melalui tekanan, tempaan dan proses yang keras, barulah batu hitam bisa menjadi berlian yang indah. Begitupula manusia ketika Ia bisa melewati proses ditempa oleh berbagai macam kesulitan hidup, maka ia akan lebih bersinar (naik derajatnya) .”

 

"Go**** Idiot.." Kata itu kembali dilayangkan kepadaku.. 

Masuk ke dalam telinga lalu menembus ke hati, di panas terik ini. Rasanya membakar jiwa, karena seharian ini sudah beberapa kali aku di semprot oleh Bos ku.

Aku hanya tertunduk kelu dalam diam, tak bisa membalas bosku yang sedang marah. Praktis Aku yang hanya bawahan, tak bisa membantah.

Diam adalah cara terbaik agar amarahnya tak semakin menyala. Jika menyahut sedikit tanpa dipinta, tentu api amarah akan semakin membara. Layaknya menambah kayu bakar ke dalam api.

"Itu ga benar Res, mana bisa diproses seperti itu tagihannya" Ujar Bosku

"Masa gitu aja ga bisa Res.. Sana perbaiki!" Katanya lagi sambil menggebrak meja. Begitu kerasnya hingga dinding di sebelahku terasa ikut bergetar.

"Iya Pak, maaf" Kataku lirih sambil menunduk. Tak beringsut, beranjak melirik ke arah Bosku.

Saat Pak Bayu beranjak pergi. Akhirnya jantungku baru terasa berdetak lagi. Tabiatnya yang galak dan pemarah membuat semua orang takut padanya. Tak jarang sekali dua kali aku dibentaknya dalam sehari. Sepertinya hampir semua kerjaku tidak benar, salah di matanya.

Kala ku curhat dengan teman sebaya di kantor, berkeluh mengapa perlakuan Pak Bayu seperti itu, Bukankah seharusnya Namanya seperti Bayu, Air yang adem, dingin menenangkan.

Aku berharap, atasan yang menaungi bawahannya dengan baik. Bukan malah menyemprotku dengan kata kasar, yang kadang membuat hatiku mendidih, kesal.

Temanku, Aisyah hanya bergumam.. "Ingat Res.. Pasal 1.. Bos selalu benar.. "

"Bisa apa kita.. anak bawang yang baru mulai bekerja.." Ujarnya lagi, menasehati.

"Tapi kan ga diomelin juga tiap hari Syah.. capek hati kerja begini.." Balasku sambil cemberut..

"Mending aku resign aja Syah sepertinya.." Tukasku lagi.

"Duh jangan dong Res.. nanti dibilang generasi Stroberi lagi ama Pak Bayu.." Balasnya Sambil memegang lenganku..

"Kita harus bertahan.. gaji di sini lumayan, meskipun bebannya berat.. daripada nganggur" Ujarnya lagi sambil membujukku. Ia pun kadang menjadi sasaran empuk amarah Pak Bayu.

Apalagi Sifat bosku yang perfeksionis, selalu meminta tiap pekerjaan sesuai dengan keinginannya, tak boleh bercela. Bahkan untuk titik dan koma harus sesuai letaknya di proposal yang ia minta.

Aku hanya menghembuskan nafas beristighfar, sambil melirik ke ruangan Bosku. Pak Bayu sedang menelpon klien, berdiri dengan tubuh yang tinggi tegap. Kumisnya yang tebal seperti Pak Raden dalam serial Unyil, makin membuat sangar wajahnya.

Kumis tersebut akan bergerak turun naik diiringi amarah yang kadang tetiba muncul. Begitu reaktifnya seperti bom waktu yang bisa kapan saja meledak, tak ingat waktu dan tempat.

Ingatanku melayang di suatu malam, saat libur pun hpku harus selalu stand by di telponnya. Karena Beliau ingin meminta reschedule tiket penerbangan.

Kala itu jalanan Surabaya yang macet, sehingga praktis Ia ketinggalan check in masuk ke pesawat. Dan tentu saja aku harus siap dengan tugas tanpa kenal waktu.

Gercep cek dan beli tiket pesawat, booking hotel serta akomodasi haruslah sesuai keinginannya. Ia tak peduli jika uang nya harus ku talangi dengan uang pribadiku dahulu.

Ya.. begitulah konsekuensi bekerja. Dan Aku hanya bisa mengelus dada setiap harinya. Di mana Bos selalu benar, dan tentu bawahan yang selalu di salahkan.

Namun beberapa tahun kemudian, Aku baru merasakan dampak bekerja dibawah asahan Bosku ini. Kerjaku semakin cepat, dan lebih mudah memahami arahan atasan. Menjadikanku terbiasa sat-set, gercep, membuat instingku lebih peka, serta makin terarah pula memahami keinginan klien.

Ritme kerja keras ini seolah Allah sengaja ajarkan kepadaku. Hal yang akhirnya membuat perlahan jabatanku dipromosikan naik. Dan diberikan berbagai reward, hadiah dari perusahaan.

Kini Aku merasa, sepertinya harus berterimakasih kepada Bosku yang kini sudah meninggal. Karena berkat didikannya, Aku bisa lebih kuat mental menghadapi klien yang terkadang banyak inginnya seperti Raja.

Sebuah surat dalam Quran begitu pas menggambarkan keadaan ini, QS. Al-Baqarah (2:216): "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tahu yang terbaik untuk kita, meski kita tidak menyadarinya). PutriEkaSari, Jan26

 Profil Penulis:

Nama               : Putri Eka Sari S.T

Profesi             : Penulis

Domisili            : Jakarta

Alamat Pos-el   : putri.ekasari@gmail.com

Media Sosial    : putri ekasari (Fanpage Facebook), @putrie_bundapaipia (Instagram)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar