Sabtu, 21 Juli 2018

Trip in Bali, Desa Penglipuran, Bangli, Indonesia

Trip in Bali, Desa Penglipuran, Bangli..
Desa penglipuran saat ada acara adat, begitu semarak dengan janur dan berbagai pernak-pernik, biasanya akan lebih semarak saat hari raya Galungan, semacam lebaran ala umat islam.


Lokasi desa penglipuran yaitu di Bangli. Berada di ketinggian sekitar 600 – 700 meter dari permukaan laut. Akibat berada di posisi ketinggian ini, membuat udara sejuk akan terbayang oleh anda. Alamat lengkap desa penglipuran : jl. Rambutan, Gang A1, No. 6, Bangli, Kawan, Kubu, Kecamatan Bangli, Kubu, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli, Bali 80613.

Jika ingin ke Desa penglipuran, kita bisa sekalian lewat sambil berwisata ke arah kintamani ataupun ubud. Praktis, sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui.. :) 

Tiket masuk untuk wisatawan domestik dewasa rp. 15.000, dan anak-anak rp. 10.000. sementara untuk wisatawan mancanegara dewasa rp. 30.000, dan anak-anak rp. 25.000. 
Nampaknya ga lengkap ya kalo ga pose, cekrak cekrek di pintu masuk..


Desa penglipuran semakin terkenal semenjak dijadikan sebagai tempat shooting FTV (film televisi) di salah satu tv swasta. Kalau tak salah kala itu sy tonton, pemeran utamanya Prisha Nasution dengan Rio Dewanto, karena film nya tayang cukup lama, sekitar 2011 mungkin. Setelahnya minat wisatawan domestik untuk mengunjungi desa Penglipuran Bali pun semakin tinggi. Jika anda berminat untuk melihat keunikan sebuah desa yang masih memperlihatkan suasana Bali asli. Maka kabupaten Bangli dan objek wisata di Bali timur yang wajib anda kunjungi. Minimal sekali seumur hidup.. J
Pose dulu layaknya main FTV ah.. berlatar Langit biru dan awan putih, cucok..

Desa penglipuran begitu mempertahankan tradisi dan adatnya. Mungkin dikarenakan wilayah kabupaten Bangli dan objek wisata di Bali timur salah satunya desa Tenganan masih kental nuansa Bali asli dan belum banyak mendapatkan pengaruh modern. Desa adat Penglipuran, Bangli juga digunakan sebagai contoh pertama sebagai desa wisata di Indonesia oleh pemerintah daerah pada tahun 1995.


Oya, nama desa “Penglipuran” berasal dari kata “Pengeling Pura” adalah tempat suci yang ditujukan untuk mengenang para leluhur. Cocok sekali dengan namanya “Penglipuran” yang memiliki arti penghibur. Sentuhan nuansa kedamaian dan adat yang masih dipegang dipegang teguh oleh masyarakat sekitar. Konon menurut warga di sana, dahulu kala Desa Penglipuran ini menjadi sebuah tempat peristirahatan bagi para raja-raja Bali yang ingin mendapati suasana tenang dan damai. Hmmm.. cocok ya untuk liburan santai..
Kendaraan pun tidak diijinkan masuk ke dalam desa  penglipuran, semua terparkir rapi di area parkir yang telah disediakan diluar desa. Yang cukup unik, selama di sana sy tidak melihat kabel dari tiang listrik yang menjuntai, sepertinya warga sekitar paham betul cara menata desa sedemikian rupa sehingga rasanya sy dkk betah duduk berlama-lama disana. 
Bagi yang pertama kali berlibur ke desa Penglipuran Bangli, pastinya akan terkejut melihat bentuk dari tiap-tiap rumah penduduk hampir sama. Kemiripan dari tiap-tiap rumah terlihat pada pintu gerbang rumah, atap rumah dan dinding rumah menggunakan bambu, lebar pintu gerbang yang hanya muat untuk satu orang dewasa. Bagi masyarakat Bali pintu jenis ini di sebut angkul-angkul.
Tidak hanya bentuk rumah yang sama, pembagian dari masing-masing tata ruang rumah juga sama, seperti kamar tidur dan dapur. Cat tembok pintu gerbang yang digunakan bukan cat tembok yang biasanya kita kenal, melainkan menggunakan cat berbahan dasar dari tanah liat.

Penduduk desa Penglipuran Bali memiliki minuman khas yang disebut loloh cemceman. memiliki warna hijau karena bahan dasarnya adalah perasan dari daun cemceman. Khasiat nya menurut sang penjual dapat meredakan panas dalam. Ada yang berujar jika minuman ini memiliki rasa seperti air tape, namun menurut sy rasanya asam seperti jus kedondong, segar jika diminum dingin di siang hari saat matahari terik. suegerrr...  dan rasanya khas banget..

Oya di beberapa rumah di desa penglipuran juga menjual souvenir khas Bali juga pernak-pernik khas Bali, dagangan tsb dipajang agak menjorok ke sisi dalam rumah, jadi saat sesi foto dari atas tidak terlihat. Untuk sebagian kaum hawa, yang senang shopping, tentu betah berlama-lama disana.. hehe don't worry be happy.. harga jual souvenir di sana terjangkau kok, berbeda dengan harga di pusat kota.. tapi harus selektif dalam memilih barang ya. .:)

Bali dengan segala pesona dan keindahannya.. mengajarkan saya untuk selalu bersyukur, akan keagungan Tuhan, Maha BesarNya.. Yang dengan izinNya lah saya datang dan menemui banyak hal di Bali yang menyenangkan... 
Yuk cuss.. kalau ke Bali, jangan lupa saat menuju Kintamani atau ubud, mampir di desa penglipuran ya... :)

See u there.. :)

*Catatan perjalananku..  

Jumat, 20 Juli 2018

Trip in Bali, Gunung Batur-Kintamani,Indonesia

Trip in Bali, Gunung Batur, Kintamani.. 
mount batur

Akses menuju Gunung Batur tidak terlalu sulit, jalanan yang rata dan terbilang tidak macet. Di kanan-kiri terlihat banyak masyarakat yang menjual jeruk dan jambu. Beberapa sumber mengatakan bahwa jeruk kintamani terkenal manis. Dan sepertinya saat itu sedang masanya panen buah. Beberapa wanita Bali terlihat membawa sesajen di kepala memasuki beberapa Pura.
ilustrasi wanita Bali membawa sesajen

Prediksi waktu tempuh sekitar 2jam, jika ditempuh dari arah Kuta atau pun legian. Namun saat itu sy dkk memutuskan singgah ke beberapa tempat, diantaranya Menonton pertunjukan tari Barong terlebih dahulu.

Gunung Batur merupakan sebuah gunung berapi aktif, yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten BangliBaliIndonesia.
Gunung Batur telah berkali-kali meletus. Kegiatan letusan G. Batur yang tercatat dalam sejarah dimulai sejak tahun 1804 dan letusan terakhir terjadi tahun 2000. Sejak tahun 1804 hingga 2005, Gunung Batur telah meletus sebanyak 26 kali. Dan paling dahsyat terjadi tanggal 2 Agustus dan berakhir 21 September 1926. Lalu terakhir Gunung Agung erupsi pada Februari 1963, 
Jadi sudah lama sekali ya.. so ga usah takut kalau mau main ke Gunung Batur, sampai saat ini insya Allah statusnya masih aman.. 

Gunung Agung dan Gunung Batur merupakan 2 Gunung di Bali yang berada pada satu garis lempengan, kedua gunung tersebut memiliki ikatan erat yaitu Gunung Agung muncul di "pangkuan" Gunung Batur pasca meletus ribuan tahun yang lalu. "Yang lebih dulu ya Gunung Batur. Jadi bisa dikatakan jika Gunung Agung adalah anak dari Gunung Batur. ujar Devi, Kasubid Mitigasi Gunung Api wilayah timur, kepada Kompas.com, Kamis (5/10/2017).
Kalau di perhatikan dengan seksama, di bagian tengah sampai ke bawah Gunung Batur, seperti ada sisi yang menghitam kan? awalnya sewaktu kesana sy dkk menyangka bahwa itu adalah bekas hutan terbakar, namun ternyata itu adalah bekas letusan yang terakhir. Wah.. udah lama juga ya kalau begitu..

Salah satu objek wisata di Gunung Batur yang juga terkenal adalah wisata trekking dan berburu Sunrise, beberapa orang berlomba berburu Matahari terbit di ufuk timur pada pagi hari. Gunung Batur termasuk ramah bagi pendaki pemula, dikarenakan medan penanjakan tidak terlalu terjal dan sulit. Jika ingin menyaksikan sunrise di puncak Gunung Batur, perjalanan pendakian sebaiknya dimulai saat subuh sekitar pukul 04.30 Wita. Beberapa paket tur menawarkan paket menginap dilengkapi fasilitas camping yang nyaman, jika kita ingin merasakan suasana tidur di area pegunungan, sambil mengumpulkan tenaga untuk pendakian di subuh hari.
Suasana hening berbalut semburat mentari yang tersenyum malu menyembul di belakang Gunung Batur, terasa menentramkan hati.. harumnya aroma dedaunan nan asri berpadu dengan lembabnya udara.. beningnya danau Batur yang memantulkan awan, nikmat Tuhan yang tak dapat dilukiskan.. Tak heran banyak orang memburu sunrise di sini.. dan mengabadikan tiap momen dengan foto berlatar pemandangan nan indah. Selesai menyaksikan sunrise para pendaki bisa berendam air hangat alami di sebuah kolam Toya di tepi Gunung Batur.
Di sisi Gunung Batur juga terdapat Pura yang sampai saat ini masih terkenal sebagai pura yang paling indah di Bali. Pura ini dipersembahkan untuk menghormati "Dewi Danu" yakni dewi penguasa air, seperti halnya pura yang terdapat di Danau Bratan juga dipersembahkan untuk memuja "Dewi Danu". Maka tak heran jika Pura tersebut dinamakan Pura Ulundanu Batur.
Wisata budaya lainnya yang terdapat di kawasan Gunung Batur adalah Desa Trunyan. Meskipun seluruh penduduk Trunyan beragama Hindu seperti umumnya masyarakat Bali, mereka menyatakan bahwa Hindu Trunyan merupakan Hindu asli warisan kerajaan Majapahit. Di sebelah utara Trunyan terdapat kuban, sebuah tempat makam desa, namun jenazah tidak dikuburkan atau dibakar (ngaben), seperti masyarakat hindu pada umumnya, melainkan diletakkan di bawah pohon Menyan, jasad tersebut akan dipagari dengan ancak saji agar tidak diganggu binatang, anehnya jasad tersebut tidak mengeluarkan bau busuk. Hal inilah membuat desa Trunyan ini menjadi unik dan menarik, dan menjadi tujuan wisata dan tour bagi wisatawan lokal maupun asing. 
Tempat pemakamanan ini dipenuhi oleh tulang-tulang, dan bisa jadi kita menemukan mayat yang masih baru.
Desa Trunyan dilingkupi suasana magis, dan mistis.
Wilayah pemakaman Trunyan juga tidak bisa dijangkau dengan mudah. Jika berminat kesana, kita perlu menaiki perahu untuk menyebrangi Danau Batur menuju ke Trunyan. Jarak tempuh penyebrangan itu sendiri adalah sekitar 45 menit dan tentunya hanya bisa ditempuh saat cuaca sedang baik. Karena itulah, petualangan wisata ini sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak awal bahkan saat kita belum sampai ke area pemakaman itu sendiri. Untuk bisa menikmati wisata yang sarat akan unsur budaya lokal ini sendiri, kocek yang harus di keluarkan tidaklah terlalu banyak karena kisarannya sekitar Rp. 200.000.
Foto ini sy ambil dari salah satu tour di Bali, pemandangan ke Trunyan tampak manis ya.. seperti tak terkesan angker, nampaknya cocok untuk yang menyukai film horor  :)
Beberapa paket tur wisata tidak hanya akan menghantarkan Anda untuk mengenal cara pemakaman jenazah khas Trunyan saja, tetapi juga mengajak Anda untuk mengenal penduduk dekat dan budaya serta kebiasaannya. Anda juga bisa mengunjungi salah satu pura yang terletak di tengah desa sebagai salah satu tempat ibadat masyarakat lokal.
Jika lelah dan lapar, setelahnya kita dapat menyambangi beberapa restoran di tepi Gunung Batur, saat itu sy mencoba menu ala buffet di Mutiara Resto. 


Menu yang disediakan cukup komplit dari makanan pembuka, makanan utama, aneka buah, soup, teh-kopi bahkan kelapa muda pun juga tersedia.
Makan siang dengan latar pemandangan gunung dan udara sejuk..rasanya bikin betah berlam-lama.. ngopi cantik sambil ngobrol pun oke juga.. :)

Salah satu menu khas Bali yang ada di Resto ini adalah sate lilit, terbuat dari ayam, kelapa dan rempah, dililitkan dengan batang daun sereh, cukup yummy bagi pecinta masakan khas nusantara.

Rasa hati pun senang setelah makan siang,, udara sejuk meski matahari menyorot terang kala itu, selfi nampaknya menjadi kewajiban untuk sekedar bernarsis ria mengabadikan momen istimewa di Kintamani.. :)



So,, Yuk Liburan ke Bali.. dan jangan Lupa ya..mengunjungi Gunung Batur, Kintamani dijamin happy.. :)


*Catatan perjalananku..  

Trip in Bali, Tari Barong, Lokasi Celuk-Batu Bulan, Indonesia

Trip in Bali, Tari Barong, Lokasi Celuk, Batu Bulan.. 


Merupakan salah satu wisata budaya, bagi saya, sepertinya kurang lengkap jika berkunjung ke Bali tanpa menyaksikan barong dance n keris. Karena Bali identik dengan budayanya yang mempesona.

Dari hotel kami yang berada di sekitar pantai legian ke area tari barong sekitar 1jam, belum termasuk melihat-lihat lokasi kerajinan batik dan cinderamata perak di daerah Celuk, sebelum menuju ke tempat pertunjukan tari barong.

Lokasi pementasan tari barong di desa Batubulan tidak hanya disatu tempat, melainkan di beberapa tempat. Masing-masing tempat pementasan tari barong memiliki group tari sendiri dengan nama berbeda-beda. yaitu:

1. Grup Tari Barong & Kecak Sila Budaya

·         Alamat, Jalan Raya Batu Bulan No.63 C, Sukawati, Kabupaten Gianyar.
·         Peta Lokasi Google Map, https://goo.gl/maps/GjzXhmZ4E8q

2. Grup Tari Barong & Kris Dance Jambe Budaya

·         Alamat: Jalan Pasekan, Gang Batu Mutiara, Batubulan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
·         Peta Lokasi Google Map, https://goo.gl/maps/z9KvCZcrjtN2

3. Grup Tari Barong & Kris Sahadewa

·         Alamat: Jalan SMKI, Batubulan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
·         Peta Lokasi Google Map, https://goo.gl/maps/1FN7pS8fjeL2

Jadwal Tari Barong Di Batubulan
Jadwal pertunjukan tari Barong di desa Batubulan diadakan tiap hari, dari jam 09:00 am – 10:00 am. Usahakan sudah berada di lokasi pementasan tari Barong pada pukul 08:30 am. Dengan datang lebih awal di lokasi pertunjukan tari Barong Batubulan, anda akan memiliki kesempatan untuk memilih tempat duduk yang terbaik sesuai dengan kriteria anda. Tiket masuk saat Juli 2018 sebesar Rp. 100.000/orang. 
Untuk sebagian orang mungkin menyaksikan pertunjukan tari termasuk kegiatan yang menjemukan, namun untuk para pecinta seni rasanya tidak afdol jika tidak datang dan menyaksikan langsung pertunjukan tari barong. Terlihat antusiasme dari pengunjung tari Barong kebanyakan berasal dari wisatawan mancanegara diantaranya jepang, india, korea dan beberapa wisatawan dengan asal berbeda-beda. Sementara untuk turis lokal sepertinya masih jarang yang datang.. sy berbaik sangka.. mungkin pertunjukan ini dimulai pagi hari.. Jadi sebagian dari kita masih sibuk sarapan ataupun menikmati fasilitas di sekitaran hotel.. Namun, Yuk.. lestarikan budaya Indonesia.. karena kalau bukan kita siapa lagi?? :)
Sy dkk menyaksikan pertunjukan tari barong di Grup Tari Barong & Kris Sahadewa, karena sebelumnya kami mampir-mampir dahulu ke tempat pembuatan batik dan perhiasan perak, jadilah kami masuk ke area pementasan agak telat beberapa menit, hehe namun tetqp intisarinya bisa kami dapatkan.


Pertunjukan tari barong dimulai dengan menampilkan tarian bali yang ditarikan oleh dua orang penari, diiringi dengan alat musik khas Bali.
 Saya dan teman-teman sangat antusias berlomba duduk di tempat duduk terdepan.. Selama pertunjukan tari barong berlangsung, menggunakan bahasa Bali, tapi jangan khawatir untuk yang tidak paham bahasa Bali, di loket karcis disediakan kertas berisikan alur cerita selama pementasan. Saat pementasan pun alur cerita dapat disaksikan di layar LCD yang tersedia di bagian belakang bangku penonton. Jadi jangan bingung ya selama pertunjukan..

Berikut intisari kisah, sinopsis yang sy rangkum, tarian barong menceritakan kisah tentang Sadewa, salah satu dari Pandawa Lima. Jika sering menyaksikan drama India Mahabaratha pasti tau ya.. Pandawa lima merupakan anak dari Raja dalam cerita Mahabaratha. Pandawa lima terdiri dari: Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Dimana mereka merupakan tokoh protagonis melawan tokoh antagonisnya, yaitu Kurawa. Sadewa sendiri merupakan anak dari Dewi Kunti, 

Singkat cerita, tarian barong mengisahkan tentang Dewi Kunti dan para pengikutnya yang dimasuki oleh roh jahat Rangda (Leak), ciri khasnya berambut putih dengan kuku-kuku yang panjang.. ih serem.. 

Rangda inilah yang ingin membunuh Sadewa. Sadewa pun dibuang ke hutan oleh Dewi Kunti dan diikat di pohon, karena kasihan melihat kondisi Sadewa, maka Baratha Siwa (Dewa Langit) memberikan kekuatan kepada Sadewa berupa kekebalan tubuh. Rangda yang tak mengetahuinya datang menyqmbangi hutan dan berniat membunuh Sadewa, namun akhirnya gagal. Kalika pengikut Rangda menemui Sadewa untuk memohon ampun, namun permohonan ampun ditolak oleh Sadewa, yang menyebabkan Kalika pun murka. 

Kemarahan Kalika menyebabkan pertarungan antara mereka, dalam pertarungan tersebut Kalika pun berubah menjadi berbagai bentuk binatang, diantaranya berubah wujud menjadi kera, babi hutan, dan juga burung gagak. Namun semua jelmaan itu dikalahkan oleh Sadewa, yang terakhir Kalika menjelma menjadi Rangda yang kekuatannya sulit tertandingi. Karena jelmaan Rangda sulit tertandingi, Sadewa pun berubah wujud menjadi barong. Jelmaan Rangda dan Barong pun terus berkelahi dan bertempur, namun karena keduanya sangatlah sakti, sehingga pertarungan ini pun tetap abadi, tidak ada yang kalah dan menang. 

Muncullah para pengikut Barong dengan membawa keris untuk menolong Barong, namun roh jahat yang ada dalam wujud Rangda malah menguasai tubuh para pengikut Barong, sehingga mereka berbalik berusaha menikam diri sendiri dengan keris. Barong pun tidak tinggal diam, dengan ilmu yang bersumber dari kebaikan berusaha menolong mereka yang kerasukan roh jahat, sehingga akhirnya berhasil mengusir roh jahat dari tubuh para pengikutnya.

Kisah ini berujung pada kesimpulan bahwa dalam setiap jiwa manusia, selalu ada dua sisi, kebaikan dan keburukan, dengan adanya kejahatan, kebaikan pun akan selalu ada untuk memeranginya. Jadi keburukan harus terus dilawan, jangan dibiarkan merusak ya.. :)
Terakhir.. kayaknya ga lengkap ya kalau ga selfi dengan penari, :)


Penampakan Barong yang berambut panjang hitam mungkin bagi sebagian orang terkesan menyeramkan, namun ternyata dalam kisahnya, Barong merupakan simbol kebaikan, berbeda dengan Rangda yang berambut putih, simbol keburukan..

Jadi jangan menilai dari penampilannya ya.. 

Bali dengan segala pesona dan keindahannya.. mengajarkan saya untuk selalu bersyukur, akan keagungan Tuhan, Maha BesarNya.. Yang dengan izinNya lah saya datang dan menemui banyak hal di Bali yang menyenangkan... 

Yuk ah.. cuss ke Bali.. dan jangan lupa ya saksikan pementasan tari Barongnya.. kalau bukan kita yang melestarikan budaya, siapa lagi?? so, don't miss it.. :)

*Catatan perjalananku..  

Rabu, 18 Juli 2018

Trip in Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai - Tanah Lot, Bali, Indonesia

Trip to Bali... Tanah Lot

Selepas menginjakkan kaki di airport I Gusti Ngurah Rai, liburan kami pun di mulai ..

e
Dalamnya Bandara I Gusti Ngurah Rai layaknya Mal.. banyak dijual aneka rupa barang..salah satunya cinderamata dan oleh2.. hmm... Jalan-jalan tanpa oleh-oleh kayaknya ga lengkap ya... apa lagi untuk para ladies.. Wisata sepertinya ada yang kurang tanpa shopping.. hihihi.. eits, yuk cuss kita tetep halan-halan.. ala backpacker tetep bisa kok.. yang penting planning dari jauh hari ya... :) 

Sebelum berjalan, ada baiknya kita membuat list, tempat mana saja yang akan kita kunjungi, sehingga perjalanan akan lebih tertata (tidak acak), nyaman dan lancar, meskipun hambatan/masalah tetap ada sebagai bumbunya, namun proses pembuatan list tempat yang akan dikunjungi (travel itinerary) akan membuat perjalanan kita lebih efektif, baik secara budget, rute, jarak (lokasi wisata-hotel), Waktu, dan skala prioritas (list yang mana tempat paling ingin dikunjungi dalam beberapa hari perjalanan). 
Saya dan teman-teman pun memiliki beberapa list tempat wisata yang ingin kami kunjungi selama 4-5 hari di Bali, diantaranya:
1. Tanah Lot, Tabanan
2. Celuk, Batu Bulan, Menonton tari Barong.
3. Gunung Batur, Kintamani
4. Desa Panglipuran, Bangli
5. Tanjung Benoa
6. Sukawati, menonton tari Kecak-Fire Dance (atau bisa juga di area Tanah Lot).
7. Danau Beratan, Bedugul.
8. Pantai Sanur
9. Pantai Pandawa
10. Pantai Kuta
11. GWK (Garuda Wisnu Kencana).
12. Pantai Jimbaran,, cocok untuk Dinner.
13. Pura Tirta Empul, Tampak siring.

Dan.. masih banyak lagi...
   
noa
ini nie..bandara I Gusti Ngurah Rai kala malam hari.. tapi saat sy menyambangi bali, bandara ini dibeberapa tempat sedang ada renovasi, tentunya untuk mendukung fasilitas agar terlihat syantik, menarik dan rapi ya.. Setelah turun dari pesawat dan masuk ke ruangan Bandara, kita akan disambut oleh area Peta wisata Bali, beserta katalog-katalog tour yang ada di Bali lho.. jadi bebas pilih ya.. :)  


Ketika masuk ke dalam bandara.. aroma khas bali, dupa dan aroma daun pandan (khas dari sesaji umat hindu) menyeruak masuk ke dalam hidung..  begitu khas dan melekat dalam ingatan.. Suasana ini yang belakangan membuat sy rindu untuk datang kembali ke Bali. 

Bali dan wisatanya memang cocok untuk berlibur menghabiskan waktu, salah satunya dengan relaksasi. Liburan dengan pemandanqan eksotis,berbagai pilihan dari destinasi pantai, pegunungan, budaya, religi berdampingan dengan masyarakat Bali yang ramah dan bersahaja. 
Ini penampakan dari sisi belakang  tur guide kami menggunakan udeng, semacam penutup kepala khas laki-laki Bali, dan sarung khas Bali, ketika menjemput kami di Bandara, begitu ramah seolah menjemput teman lama, langsung akrab, begitu bersahabat.. :)
Nah salah satu pertimbangan kenapa kami memilih, tour guide yang juga berfungsi sebagar driver adalah karena tempat wisata di Bali sangat banyak dan luas, tak jarang beberapa tempat macet, jadi menurut sy akan lebih efisien secara jarak-waktu jika memilih tour guide yang menguasai area Bali, karena merupakan penduduk lokal di sana, Kami menyebutnya Bli Made Mul (0852-37280331). Untuk budget juga menurut sy lebih efisien dibandingkan menggunakan transport online ataupun menyewa kendaran (hihi khawatir nyasar membuat waktu kurang efektif).

Nuansa alam di Bali cocok untuk tua maupun muda, namun jangan heran kalau ke Bali yang banyak adalah wisatawan dari luar Negri, bahkan kadang beberapa teman expatriat sy jika ditanya, mereka sebagian sudah pernah datang ke Bali, dan lebih mengenal Bali dibanding dengan Indonesia, hehehe sebagian bahkan tidak mengetahui jika Bali tuh ada di salah satu kepulauan di Indonesia, Nah lho... jadi yuk... mulai perkenalkan kepada Dunia, betapa Indahnya Indonesia.. Indah tidak hanya di Bali lho.., tapi juga tempat wisata lainnya di Indonesia. 

Mungkin salah satu alasan mengapa Bali begitu mempesona adalah tiap tempat wisata yang ada di sana begitu tertata, rapi, akses jalan yang baik, bahkan di Bali juga terdapat tol dipinggir pantai yang katanya sih.. tercantik di Asia Tenggara (ini sie kata tur guide kami ya...hihi belum sy cek juga kebenarannya, hehehe).  an 
Saat musim libur (peak season), dibeberapa tempat ramai di Bali dipenuhi pengunjung, hmmm.. tapi sepertinya..liburan jadi kurang seru ya kalo macet.. tapi kayaknya macet meruapakan pertanda, betapa antusiasnya wisatawan, terlihat dari volume kendaraan yang memadati berbagai area wisata di Bali..

Bali juga kental akan budaya, masyarakat sekitar masih memegang teguh adat dan budaya, tak jarang dibeberapa tempat terdapat sesaji untuk dipersembahkan masyarakat Bali ke Tuhan Yang Maha Esa, yang masyarakat Bali yang umumnya beragama hindu sebut Sang Hyang Widi.. Salah satu maksud sesaji adalah untuk memohon kehadapan Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa yaitu memohon kekuatan Widya (Pengetahuan) dan kelancaran.. Biasanya sesaji juga diiringi dengan doa atau biasa disebut mantra.  Ibaratnya.. jangan lupa berdoa dulu sebelum memulai aktivitas ya.. selain menghaturkan rasa syukur juga agar Tuhan selalu memberikan berkah melimpah untuk kita sebagai umatnya.. 
Jadi kalau lihat sesaji di beberapa sudut di Bali jangan heran lagi ya.. :)

Menurut tur guide saya, saat doa sedang dipanjatkan/sesaji sedang diletakkan, kita dilarang menginjak ya.. kecuali tanpa kesengajaan ya..

Dari bandara I gusti Ngurah Rai, kami pun singgah ke Tanah Lot. Jarak dari Bandara ke Tanah Lot sekitar 26,9 Km, dapat ditempuh dengan kendaraan kurang lebih sekitar 1jam. Tanah lot terletak di Desa Braban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Saat ini, Tanah Lot bisa di kunjungi setiap hari pukul 07:00 – 19:00. Harga tiket dibedakan untuk wisatawan domestik dan mancanegara. 

Tiket domestik untuk dewasa dan anak-anak dijual Rp20.000 per orang dan Rp15.000 per anak. Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan harga tiket sebesar Rp60.000 per orang dan Rp30.000 untuk setiap anak.

Di Bali jangan heran ya.. jika harga untuk wisatawan domestik akan berbeda dengan mancanegara.. jika tawar menawar membeli barang, bisa juga disematkan ya.. agar harga jualnya jadi lebih murah dan terjangkau... tapi eits.. jangan keterlaluam juga ya nawarnya guys... hehehe


Balik lagi ke perjalanan ke tanah Lot, berikut beberapa foto yang sy rangkum,  dari berbagai sisi..cekidot.. :)

Masuk gerbang masuk wisata tanah lot, kita akan dihadapkan pintu gerbang khas umat hindu..di atas loket masuk kita akan disambut tulisan 'OM SASTI ASTU'  yang menurut orang bali berarti salam juga doa..
OM Swastiastu di Tanah Lot, Bali



 
Ini pintu gerbang pertama.. lokasinya bersebelahan dengan beberapa toko pernak pernik yang menjual cinderamata, masuk ke dalam gerbang pun toko cinderamata juga banyak terlihat, so jangan terburu-buru untuk membeli ya guys.. lihat saja dulu.. kalau dirasa harganya sudah pas sesuai kocek di kantong, baru deh ditawar, kasihan kan kalo akhirnya kita PHP-in sang pembeli.. hehehe

Suasana menuju pura tanah lot, di kanan-kiri ramai penjual souvenir

Tanah Lot sesuai arti yang dikutip dari pegi-pegi.com, Kata 'Tanah Lot' berasal dari kata ‘tanah’ yang berarti daratan dan ‘lot’ yang berarti laut. Jika digabungkan, Tanah Lot adalah pulau kecil yang mengapung di tengah laut.
Sejarah Pura Tanah Lot, mulanya dibangun oleh seorang brahmana bernama Danghyang Niratha yang tadinya mengembara dari Pulau Jawa. Beliau berhasil menguatkan kepercayaan mayoritas warga Bali tentang ajaran agama Hindu di abad 16. Namun, saat ia menjalani misi, Bendesa Beraban merasa iri dan ingin mengusir Danghyang Niratha dari tempat meditasinya.
Karena diusir, Danghyang Niratha sempat mengeluarkan kesaktiannya untuk memindahkan batu besar. Jadi, Pura Tanah Lot dipercaya tercipta dari kekuatan spiritual Danghyang Niratha yang memindahkan bongkahan batu besar ke tengah pantai dan menjadi tempat meditas beliau.
Setelah batu berhasil dipindahkan, dibangunlah sebuah pura dan dijaga oleh penjaga pura yang tercipta dari seledang poleng milik Danghyang Niratha. Lalu selendang itu diubah menjadi seekor kuda laut yang biasa disebut lipi poleng (ular hitam-putih).
Video sekilas suasana dekat pura pertama dan goa ular, diselingi tawaran dari Bli penjaja jasa foto dan cetak :)
MITOS YANG BEREDAR di tanah lot
Ular tersebut dipercaya sebagai penjaga pura yang menjauhkan masyarakat dari ancaman kejahatan dan kerusakan. Katanya jika akan terjadi musibah atau bencana alam, ular akan dijadikan pertanda lewat raja atau ratu ular laut warna merah yang muncul.

Katanya, kamu bisa meminta air awet muda di bagian barat Pura Tanah Lot. Mitos yang terakhir adalah jika pasangan yang belum menikah berkunjung ke Pura Tanah Lot, hubungan mereka tidak akan bertahan lama. Makanya banyak pasangan yang takut berkunjung ke sana.
Ya namanya juga mitos guys.. boleh percaya atau tidak.. kalau menurut sy pribadi, jodoh yang menentukan Allah.. jadi jika belum berjodoh mungkin Allah pilihkan yang lebih baik dari yang sebelumnya.. 




Video ini menggambarkan suasana dekat gapura didekat undakan/tangga yang menurun menuju pura pertama di atas batu karang, terlihat beberapa turis mancanegara juga domestik.. 

Di tanah lot, terdapat dua pura, salah satunya pulau luhur, yang didirikan di pinggir laut, tepat diatas batu karang besar, konon pura ini dibuat untuk memuja dewa laut. 

Tanah Lot dari sisi atas tebing


 
Nah ini salah satu pura yang dibangun diatas batu karang besarnya.. disisi sebrang pura inilah ada gua ular yang sebelumnya sy ceritakan di mitos di atas.. gua ularnya menurut sy tidak terlalu besar dan karena keterbatasan waktu tidak sempat sy abadikan.



Di sisi kanan sesi foto ini berdiri satu pura lagi yang berada di sisi tebing, mirip dengan pura yang ada di Uluwatu, namun saat itu kami tidak dapat masuk, dikarenakan pura merupakan tempat yang sakral, jadi wisatawan cukup melihat-lihat sekitar saja ya.. 

Oya salah satu etika yang biasanya diinfokan untuk pengunjung tanah lot, tidak di perkenakan untuk mandi disekitar pura ya.. Karena area pura merupakan area peribadatan, jadi sy pikir juga rasanya kurang etis ya..

Berkunjung ke Tanah lot sepertinya tak lengkap jika belum menyaksikan sunset, yang begitu eksotis dan romantis, memanjakan mata mensyukuri indahnya alam semesta dan Karunia Yang Maha Kuasa.. rasanya betah berlama-lama.. Ditemani deburan musik ombak menyapu pantai dan siluet karang dan pura di tanah lot.  hmm.. semoga jika ke tanah lot, cuaca mendukung ya.. sehingga pengunjung bisa menyaksikan keindahan tanah lot, bukan hanya lewat cerita saja.. :)

Nah itulah salah satu yang makin menambah daya tarik wisatawan untuk datang lagi dan lagi ke Bali.. betah deh.. berlibur di Bali... bahkan sampai ada ungkapan jika banyak orang mencari uang kerja keras bagai kuda, dan akhirnya dihabiskan untuk berwisata di Bali, nah lho... hihihi..

Bali dengan segala pesona dan keindahannya.. mengajarkan saya untuk selalu bersyukur, akan keagungan Tuhan, Maha BesarNya.. Yang dengan izinNya lah saya datang dan menemui banyak hal di Bali yang menyenangkan... 

So.. yuk ah.. cuss ke Bali.. see u there ya.. :) 

*Catatan perjalananku..